Pendidikan:Pendidikan menengah dan sekolah

Karakteristik psikologis dan pedagogis: rekomendasi untuk penyusunan

Karakteristik psikologis dan pedagogis - dokumen yang mencerminkan pengamatan spesialis untuk siswa atau kelas tertentu. Saat menyusunnya, Anda harus mengikuti peraturan tertentu yang akan membuat tulisan ini berharga dalam konten. Dokumen yang disusun dengan benar dan obyektif akan memungkinkan untuk menentukan karakteristik individu anak, sebagai akibatnya guru akan lebih mudah menjalin hubungan dengan siswa kelas atau individu, menciptakan kondisi optimal untuk pengembangan kepribadian siswa. Sangat sering psikolog dan pemimpin kelas, yang tugasnya termasuk menulis dokumen ini, membuat kesalahan khas.

Misalnya, terjadi bahwa karakteristik psikologis-pedagogis berisi informasi dan frasa umum tentang kualitas tertentu dari kepribadian anak, yang tidak terkait dengan manifestasi eksternal dari sifat ini. Hasilnya adalah deskripsi tentang individu abstrak, bukan anak tertentu.

Harus dikatakan bahwa dokumen ini tentu harus terlihat seperti deskripsi ilmiah dengan menggunakan istilah psikologis. Untuk ini, penting untuk melakukan studi kualitatif terhadap semua aspek kepribadian anak. Penting untuk diingat bahwa jiwa seorang anak sekolah sedang dalam tahap menjadi, berkembang, dan karenanya harus dipatuhi saat memeriksa beberapa prinsip.

Pertama, aturan dasar terdengar seperti "jangan salah". Ini berarti bahwa penelitian harus ditujukan untuk membantu dalam pendidikan dan pendidikan anak. Hasilnya seharusnya tidak hanya ditujukan pada yang sebenarnya, tapi juga pada perkembangan langsung siswa.

Kedua, yang tidak kalah pentingnya - perlu diperhitungkan prinsip objektivitas. Artinya, karakteristik psikologis dan pedagogis seharusnya tidak hanya mengandung perkembangan mental siswa sendiri, tapi juga penjelasannya tentang karakteristik usia anak.

Selain itu, survei harus didasarkan pada pendekatan individual. Harus diingat bahwa pola perkembangan umum di setiap individu dapat mewujudkan dirinya dengan cara yang berbeda, tergantung pada karakteristik pribadinya.

Contoh karakteristik siswa adalah sebagai berikut. Pada awalnya ada informasi umum tentang anak: kelas, umur, keadaan kesehatan, penampilan. Untuk ini, metode seperti observasi, wawancara dengan spesialis, mempelajari dokumentasi sekolah digunakan.

Poin selanjutnya adalah fitur pendidikan keluarga. Di sini, komposisi keluarga, hubungan antar anggotanya dijelaskan secara singkat. Untuk mengidentifikasi ini, seorang psikolog dapat menggunakan tes gambar proyektif, percakapan dengan orang tua dan anak.

Selanjutnya, karakteristik psikologis dan pedagogik berisi informasi tentang aktivitas langsung siswa. Pada bagian ini mungkin ada beberapa sub-item. Jadi, secara terpisah dianggap permainan, tenaga kerja, kegiatan pendidikan. Pada bagian selanjutnya, si anak sekolah digambarkan sebagai anggota kolektif, status sosialnya, kepuasannya dengan dia.

Penting agar karakteristik siswa atau murid mengandung informasi tentang arah individu. Dalam bagian dokumen ini harus dianggap sebagai kualitas seperti motif dan tujuan kegiatan, kepentingan anak, impian dan cita-citanya. Untuk mengidentifikasi data ini, metode seperti "Unfinished kalimat", "Tsvetik-semitsvetik", kuesioner, dll, digunakan.

Langkah selanjutnya bagi seorang psikolog adalah untuk mengungkapkan tingkat perkembangan proses kognitif mental anak. Saat memilih diagnostik, Anda perlu memperhatikan keabsahannya, serta orientasi usia teknik. Apa yang cocok untuk siswa SMP tidak selalu tepat untuk digunakan dalam studi kepribadian remaja.

Dokumen tersebut harus diakhiri dengan kesimpulan umum tentang tingkat perkembangan anak dan rekomendasi.

Similar articles

 

 

 

 

Trending Now

 

 

 

 

Newest

Copyright © 2018 id.unansea.com. Theme powered by WordPress.