Kesempurnaan diri, Psikologi
Takut ketinggian: bagaimana cara melawannya?
Neurosis adalah sekelompok penyakit pada sistem saraf yang ditandai dengan kejenuhan mental yang kuat. Gejala utamanya adalah gangguan tidur, palpitasi berat, kelelahan meningkat.
Dia bisa mewujudkan dirinya dalam situasi yang berbeda - selama penerbangan di pesawat terbang, berjalan di pegunungan atau di tempat-tempat wisata. Beberapa orang tidak mengalami ketidaknyamanan saat di kokpit, tapi mereka bisa panik di roda Ferris. Takut jatuh dari ketinggian, kehilangan keseimbangan, atau takut kehilangan kendali atas diri sendiri dan melompat turun, meski berbahaya, adalah dua subspesies penyakit tersebut.
Ketakutan akan ketinggian (fobia) memanifestasikan dirinya dengan gejala seperti itu:
- Pusing dan jantung berdebar;
- Mulut kering atau, sebaliknya, peningkatan air liur, berkeringat;
- Menurunkan suhu tubuh, mati rasa anggota badan;
- Napas tersengal.
Reaksi pertama seseorang terhadap rasa takut ketinggian adalah dengan memegang teguh dukungan dan tidak bergerak. Ini adalah karakteristik bahwa manifestasi fobia tidak selalu dikaitkan dengan bahaya nyata pada kehidupan. Jadi, serangan takut ketinggian (atau acrophobia) bisa timbul, meski seseorang hanya melihat seseorang yang berada pada ketinggian.
Penyebab acrophobia:
- Aparat vestibular yang lemah , seseorang mendistorsi evaluasi jarak dan mengubah kepalanya, yang menyebabkan rasa takut ketinggian;
- Trauma yang terkait dengan kejatuhan - seseorang mungkin menyadarinya atau bahkan tidak mengingatnya (jika musim gugur terjadi pada masa kanak-kanak);
- Ketakutan herediter ketinggian.
Bagaimana cara mengatasi penyakit?
Ketakutan akan ketinggian dapat diobati dengan bantuan teknik psikologis khusus. Dalam kasus ini, seseorang dapat belajar mengendalikan ketakutannya, jika ia memiliki kemauan yang kuat.
Cara paling efektif untuk menyingkirkan rasa takut adalah dengan terus-menerus menghadapi penyebabnya, misalnya, untuk melakukan pendakian di gunung atau sering berjalan di pegunungan. Maka tinggi badan akan menjadi akrab, dan rasa takut akan hilang.
Penting untuk secara bertahap menyesuaikan diri dengan gagasan bahwa tinggi badan - tidak terlalu mengerikan dan sama sekali tidak berbahaya, jika Anda mengikuti peraturan tertentu. Seringkali perlu membayangkan diri Anda dengan parasut atau di atap bangunan bertingkat tinggi, secara mental menginjak ketakutan Anda sendiri.
Setelah terbiasa dengan pemikiran ini, ambillah tindakan tegas. Cobalah naik ke ketinggian yang kecil dan analisa perasaan Anda. Setiap kali ketinggian akan membuat Anda sedikit takut, dan kemudian rasa takut akan hilang begitu saja.
Penting: Pre-mengatur kondisi terapi yang aman. Anda tidak bisa mengabaikan keamanan, karena jika Anda kehilangan kendali dan jatuhnya, menyingkirkan rasa takut akan ketinggian akan jauh lebih sulit.
Dukungan psikologis juga membantu secara efektif. Mintalah teman untuk membantu Anda: di hadapan mereka Anda akan merasa lebih tenang dan lebih percaya diri.
Similar articles
Trending Now